Minggu, 14 Juni 2015

Remisi Bagi Koruptor = Keadilan Hukum. Bagi Masyarakat = KETIDAKADILAN

Remisi Bagi Koruptor Adalah Keadilan Hukum Namun Bagi Masyarakat Adalah Ketidakadilan

Wacana Pro Kontra Pro pemberian Remisi yg direncanakan akan dilakukan oleh kementerian hukum dan Ham Yasonna Laoly dengan mempertimbangkan aspek hukum bahwa resmisi adalah Hak setiap terpidana atau warga binaan. Ditengah merebaknya wacana pemberian remisi atau pengurangan masa hukuman bagi para Narapidana Korupsi yang mendapatkan penentangan dari berbagai pihak khususnya lembaga yg konsen dipemberantasan korupsi seperti KPK, ICW

Meskipun mendapatkan banyak tekan dan penentagan dari berbagai Pihak terkait Pemberian Remisi bagi para Narapidana Kasus korupsi namun keputusan menteri Hukum dan Ham Yassona tetap akan berencana memberlakukan pemberian Remisi Bagai para Narapidana kasus korupsi tersebut dan keputusannya ini mengacuk

Pada peraturan perundang-undangan terkait dengan pemberian Remisi yang diatur dalam pasal 34 ayat 2 dan ayat 3 PP Nomor 99 tahun 2012 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan Hak warga binaan Pemasyarakatan. Dari pasal tersebut menggariskan bahwa syarat pemberian Remisi bagi warga binaan/Narapidana ada dua yaitu Berkelakuan baik dan Telah menjalani masa pidana lebih dari 6 bulan.

Selain harus memenuhi syarat diatas yaitu berkelakuan baik dan telah menjalani pidana lebih dari enam bulan maka diberikan syarat khusus lagi yaitu bersedia bekerjasama dengaan penegak hukum untuk membantu membongkar perkara tidak pidana yg dilakukannya (justice collaborator)

Jika seorang terpidana kasus korupsi menjadi justice collaborator maka kewajiban berikutnya adalah melaksanakan putusan pengadilan jika menghukumnya untuk membayar lunas denda dan uang pengganti kerugian Negara akibat dari perbuatan kasus korupsi yg dia lakukan setelah itu Remisi baru bisa di berikan.

Sumber : http://www.kompasiana.com/171717/remisi-bagi-koruptor-adalah-keadilan-hukum-namun-bagi-masyarakat-adalah-ketidakadilan_5530195c6ea8342c258b45c7

Perasaan CINTA (?)


Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apa pun yang diinginkan objek tersebut.

Namun perasaan cinta kasih tidaklah hanya terbatas hubungan antara pasangan melainkan bisa juga dengan Allah, keluarga, teman, dan sesama. Hubungan manusia kepada Allah merupakan hubungan cinta yang sangat dalam karena kasih adalah karunia terindah yang diberikan Allah kepada mahluk ciptaanya untuk itulah kita harus mengasihi Allah karena Sang Pencipta tersebut terlebih dahulu mengasihi ciptaannya dibandingkan yang lain. Hubungan manusia dengan sesama, hubungan ini merupakan hubungan yang universal karena saat seseorang beranjak dewasa dan menginggalkan rumah atau memasuki lingkungan baru diluar rumah otomatis dia akan bertemu dengan banyak orang dan berinteraksi sehingga munculah cinta antar sahabat,teman atau bahkan pasangan.

Pendapat lainnya, Cinta adalah suatu perasaan yang positif dan diberikan pada manusia atau benda lainnya. Bisa dialami semua makhluk. Penggunaan perkataan cinta juga dipengaruhi perkembangan semasa. Perkataan senantiasa berubah arti menurut tanggapan, pemahaman dan penggunaan di dalam keadaan, kedudukan dan generasi masyarakat yang berbeda. Sifat cinta dalam pengertian abad ke-21 mungkin berbeda daripada abad-abad yang lalu. Ungkapan cinta mungkin digunakan untuk meluapkan perasaan seperti berikut:

  • Perasaan terhadap keluarga
  • Perasaan terhadap teman-teman
  • Perasaan yang romantis atau juga disebut asmara
  • Perasaan yang hanya merupakan kemauan, keinginan hawa nafsu
  • Perasaan sesama atau juga disebut kasih sayang
  • Perasaan tentang atau terhadap dirinya sendiri, yang disebut narsisisme
  • Perasaan terhadap sebuah konsep tertentu
  • Perasaan terhadap negaranya atau patriotisme
  • Perasaan terhadap bangsa atau nasionalisme

Reog Ponorogo Asli dari Indonesia

Reog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur bagian barat-laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan gemblak, dua sosok yang ikut tampil pada saat reog dipertunjukkan. Reog adalah salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat.

          Filosifi merupakan pola berfikir manusia, prinsip hidup, ataupun cara berpikir manusia yang timbul karena peristiwa fenomena-fenomena kehidupan yang telah dialami. Filosofi digunakan sebagai panutan hidup ataupun prinsip, sebagian manusia yang memeganya terlalu kuat sehingga membuat semakin keras dan makin keras. Reog Ponorogo tergolong ke dalam keduanya, reog tergolong sebagai panutan hidup dan sebagai pegangan yang kuat bagi masyarakat daerah Ponorogo. Reog Ponorogo melambangkan keperkasaan, kejantanan, dan kegagahan. Gerakan – gerakan yang ada di dalam tarian reog menggambarkan tingkah pola manusia dalam perjalanan hidup mulai dari lahir, hidup, hingga mati. Reog dimanfaatkan sebagai sarana mengumpulkan massa dan merupakan saluran komunikasi yang efektif bagi penguasa. Sebelum namanya menjadi reog, dahulu reog dikenal dengan singa barongan. Reog yang berasal dari kata riyoqun, yang berarti khusnul khatimah yang bermakna walaupun sepanjang hidupnya bergelimang dosa, namun bila akhirnya sadar dan bertaqwa kepada Allah, maka surga jaminannya.

Dapat ditarik kesimpulan filosofi dari tari reog Ponorogo adalah bahwa dari keseluruhan cerita terdapat penggambaran mensyukuri atas apa yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa, meskipun unsur Tradisi Adat tidak bisa ditinggalkan. Dari segi bertahan hidup, masyarakat Ponorogo sangat kuat, tidak mudah putus asa. Dari karakternya, terdapat unsur kesempurnaan, diartikan bahwa dalam hidup tidak ada yang sempurna, tetapi kita harus mencoba dan memaksimalkan segala hal untuk  mencapai kesuksesan


Selasa, 05 Mei 2015

HUBUNGAN MANUSIA DAN HARAPAN

Harapan merupakan sesuatu yang penting dalam hidup, sesuatu yang dibutuhkan, kita tidak bisa hidup tanpa berharap. Namun kita juga tidak bisa hidup dengan hanya menggantungkan diri terhadap harapan. Untuk mencapai dan merealisasikan harapan diperlukan sebuah tindakan yang relevan dengan harapan tersebut. Harapan dibutuhkan bagi setiap manusia. Jika manusia dalam keadaan terdesak , dan tertekan berada dalam suatu kondisi dan situasi yang sangat rumit., sulit dan menakutkan, dan kita berada dalam rasatakut yang mencekam namun satu hal terbersit dalam hati untuk tetap bertahan, itulah yang disebut harapan. Dari harapan itulah muncul sebuah tindakan dan usaha, kita mulai mencari jalan keluar, mencari ide agar tetap bertahan. Harapan juga dapat memotivasi kita untuk lebih baik. Harapan sangatlah penting bagi kita manusia, dengan berharap sesuatu maka otomatis kita sudah mengawali satu taha dari usaha untuk mencapai sesuatu. Mulailah hari baru dengan berharap yang lebih baik. Biarkan harapan menjadi sebuah inspirasi yang dapat menjadikan hari-hari kita lebih berwarna dan ceria. Jangan patah semangat,teruslah berharap karena harapan ada ditangan kita.

HUBUNGAN MANUSIA DAN KEGELISAHAN

Manusia tidak lepas dari apa yang disebut masalah. Masalah bisa datang kapan saja dan dimana saja. Semakin tinggi tingkat usia semakin banyak masalah yang dihadapi. Masalah tersebut dapat berupa penyakit,problem kehidupan,dilematika,dan lain-lain.  Usia remaja adalah usia yang sangat rentan dengan berbagai masalah, dalam usia ini seseorang masih labil dalam menentukan jalan hidupnya sehingga terkadang salah dalam memilih jalannya . Dalam usia remaja, seseorang akan merasa ingin mencari  jati diri yang sebenarnya. Dengan mencoba hal-hal baru,mulai membantah aturan orangtua, bahkan tidak sedikit yang mulai mencoba sesuatu yang sebenarnya dilarang oleh agama, itulah sedikit contoh dari perubahan menuju kedewasaan. Namun tidak semuanya berdampak negative dari remaja, tidak sedikit pula seseorang  menjadi individu yang lebih baik pada usia remaja ini. Dapat dilihat dengan banyaknya aktivis yang berasal dari kalangan remaja yang sudah dapat andil dalam masalah pemerintahan, banyaknya remaja yang sudah berkontribusi untuk masyarakat, dan masih banyak pula peran pemuda – pemudi  yang siap untuk  membela Negara. Semua itu tergantung tiap individu dalam memilih jalan hidupnya.

Berbicara mengenai Manusia dan Kegelisahan, saya dapat menuliskan sedikit dari apa yang telah saya amati dalam lingkungan sekitar. Masalah yang timbul pada seseorang dapat mengakibatkan kegelisahan dalam hidupnya. Contoh sederhana :  Seorang remaja yang salah dalam memilih teman bergaul akan masuk dalam kehidupan baru, dia akan mulai mencoba sesuatu dari yang kecil hingga lama-lama akan menjadi sesuatu yang berakibat fatal. Pertama ia akan mencoba menikmati sebatang rokok,kemudian mencoba sedikit demi sedikit masuk dalam dunia gemerlap,dan akhirnya mulai memasukkan dirinya dengan barang haram. Dalam proses tersebut terkadang timbul perasaan bersalah dan menyesal. Namun, yang menyebabkannya terus bertahan dalam keadaan tersebut adalah dengan beberapa factor, yaitu :

1. Kurangnya persatuan dalam keluarga. Maksudnya adalah setiap anggota keluarga kurang memahami anggota keluarga yang lain karena kesibukan masing-masing. Seperti peran orang tua yang kurang memperhatikan anaknya diluar rumah. Atau adanya hubungan yang tidak harmonis dalam keluarga sehingga anak merasa bermain diluar lebih baik daripada dirumah.

2. Minimnya pengetahuan tentang agama. Biasanya seseorang akan belajar agama pada usia kanak-kanak, dimana orang tersebut diajarkan cara membaca iqro,alquran dan pelajaran moral dalam agama. Namun setelah beranjak remaja, kebiasaan dalam belajar agama tersebut mulai menurun bahkan hilang. Padahal pada usia remaja justru dibutuhkan banyak pelajaran agama agar budaya – budaya luar tidak mudah masuk dalam diri kita. Dari kurangnya pendidikan agama tersebut membuat seseorang merasa tidak adanya aturan agama dalam menjalankan kehidupannya.

3. Teman sepergaulan. Ini adalah factor yang sangat menentukan seseorang dalam mencari jati dirinya. Tidak ada manusia yang dapat hidup sendiri karena segala sesuatu nya butuh orang lain. Dari teman bergaul, kita dapat terpengaruh gaya hidupnya, kebiasaannya, cara memandang, dan lain-lain. Dari situlah kita dapat terbawa akan menjadi individu yang baik atau sebaliknya.

HUBUNGAN MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

A. Pengertian Tanggung Jawab

Setiap manusia harus mempunyai rasa tanggung jawab, dimana rasa tanggung jawab itu harus disesuaikan dengan apa yang telah kita lakukan.Arti dari tanggung jawab menurut kamus bahasa indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa indonesia adalah berkewajiban memikul,menanggung segala sesuatunya,dan menanggung segala akibatnya.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja.tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban. Tanggung jawab itu bersifat kodrati,artinya sudah menjadi bagian hidup dari manusia bahwa setiap manusia dibebani dengan tangung jawab. Apabila di kaji tanggung jawab itu adalah kewajiban yang harus di pikul sebagai akibat dari perbuatan pihak yang berbuat.
Tanggung jawab adalah ciri manusia yang beradab. Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengadilan atau pengorbanan.

B. Macam-Macam Tanggung Jawab

Manusia berjuang untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan adapun untuk kebutuhan orang lain. Dalam usahanya setiap manusia menyadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut menentukan dan membantunya yaitu kekuasaan tuhan.Dengan demikian tanggung jawab itu dapat di bedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuat nya. Berikut ini merupakan beberapa jenis tanggung jawab, yaitu :

1. Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri itu menuntut kesadaran akan diri kita untuk memenuhi kewajiban sendiri dan mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi.
Apa yang telah kita lakukan harus menerima resikonya sendiri.

2. Tanggung Jawab Terhadap Keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga, tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejaterahaan ,keselamatan,pendidikan dan kehidupan. Sebagai anggota keluarga kita harus saling menjaga nama baik keluarga dengan sikap dan perbuatan yang kita lakukan di dalam kehidupan bermasyarakat.

3. Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain karena manusia kedudukannya sebagai makhluk sosial yang membutuhkan manusia lain maka kita harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Berinteraksi didalam suatu kehidupan masyarakat sangat dibutuhkan karena itu bisa membuat kita saling mengenal satu dengan yang lainnya.

4. Tanggung Jawab Kepada Bangsa / Negara
Suatu kenyataan lagi bahwa tiap manusia, tiap individu adalah suatu warga negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, dan bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma yang di buat oleh negara. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara atas apa yang telah ia perbuat. Kita harus menjaga nama baik bangsa dan negara kita sendiri dengan prestasi-prestasi anak bangsa.

5. Tanggung Jawab Terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupan manusia agar tanggung jawab langsung terhadap tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam jenis agama. Menerima hukuman di akhirat nanti atas apa yang telah kita lakukan selama hidup didunia ini.

HUBUNGAN MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

Setiap manusia memiliki pandangan hidup. Pandangan hidup artinya adalah pedoman, pegangan dan arah untuk menjalani hidup agar kita tahu tujuan hidup kita. Pandangan hidup tidak terjadi begitu saja. Perlu waktu yang cukup lama untuk memiliki pandangan hidup dan perlu dikaji secara nalar pandangan hidup yang seperti apa yang sesuai dengan kepribadian dan cocok sebagai penuntun masa depan kita.

Menurut saya, pandangan hidup dapat diklasifikasikan menjadi 2 macam, yaitu:

1. Pandangan hidup menurut agama
Pandangan hidup ini, berasal dari agama dan kepercayaan yang dianut masing-masing individu. Kebenarannya bersifat mutlak. Seperti halnya setiap umat beragama pasti memiliki kitab masing-masing. Muslim yang memiliki Al-Quran sebagai pandangan hidup yang utama. Nasrani memiliki Alkitab, Orang Budha memiliki Tripitaka dan hindu memiliki Weda. Tentunya setiap masing-masing agama memiliki tujuan yang baik untuk setiap umatnya. Namun, cara penyampaian dan perwujudannyalah yang berbeda.

2. Pandangan hidup menurut ideologi
Pandangan hidup menurut ideologi ini bersumber dari dasar hukum, norma dan kebudayaan suatu kelompok atau organisasi. Untuk negara, seperti Indonesia memiliki pancasila sebagai pandangan hidup dan jiwa bangsa. Pancasila di Indonesia menjadi sumber dari segala sumber dalam menjalani hidup. Pastinya bangsa lain memiliki dasar negaranya dan pandangan hidupnya masing-masing.
Sebagai manusia yang baik, kita harus menentukan dan memiliki pandangan hidup yang kita percayai. Pandangan hidup dapat menuntun kita untuk termotivasi dan memiliki arah yang pasti kemana dan apa yang harus kita lakukan selanjutnya. Pandangan hidup dapat kita jadikan sebagai standarisasi bagi segala macam hal yang ada.
Begitu banyak macam pandangan hidup yang ada. Namun, seringkali pandangan hidup yang berbeda-beda ini membuat perbedaan yang menyebabkan permusuhan dalam hubungan antar manusia. Tapi alangkah baiknya bila pandangan hidup yang beragam ini kita terima dan kita jadikan sebagai sudut pandang tambahan dan pertimbangan untuk mengevaluasi berbagai hal yang terjadi dalam hidup kita. Justru harus kita pelajari dan kita jadikan pengalaman.
Pandangan hidup yang baik adalah pandangan yang dapat membawa dan menuntun kita ke arah yang positif sehingga kita dapat mencapai cita-cita kita.